Rabu, 25 Maret 2009

Jadikan Dunia di Tanganmu dan Akhirat di Hatimu

Dunia hanyalah sementara, fanaa …

Nikmatnya hanya sebatas di lidah jika itu makanan

Segala nikmatnya hanya menghambatnya dari ilmu

Dan menjauhkan dari nikmatnya surga,

Jika dia terlena

Sungguh indah perkara mukmin

Jika ditimpa kebaikan, ia bersyukur

Yang demikian itu baik untuknya

Jika ditimpa keburukan, ia bersabar

Yang demikian itu juga baik untuknya

Tidak ada keluhan yang terbetik dalam hatinya,

Ucapannya dan tindakannya

Bahkan ia bersyukur,

Karena ia yakin bahwa ada kebaikan didalamnya

Hatinya akan lebih lunak

Pun merasa lebih dekat kepada Alloh

Bersabar itu memang pahit

Namun seberat apakah rasa pahit itu,

Jika dibandingkan dengan sembuhnya sakitnya

Sebesar apapun nikmat yang didapatnya

Tidak sedikitpun melalaikannya dari Alloh

Jika ia orang yang selalu bersyukur dan memikirkan kematiannya

Tidak usah dunia itu dikejar

Dia akan datang sendiri

Kalau dikejar juga, dia akan lari

Karena kenikmatannya tidak pernah memuaskannya

Jika engkau tidak merasa cukup dengan nikmat yang banyak

Lalu bagaimanakah cukup dengan nikmat yang sedikit

Alloh menjadikan kekayaan didalam hatinya

Jika Alloh memberikan kebahagiaan dalam hatinya

Tidak ada kemiskinan yang dapat menyengsarakannya

Karena harta yang sedikit saja sudah cukup memuaskan dirinya

Jika Alloh mencabut kekayaan dalam hatinya

Tidak ada kenikmatan dunia yang dapat memuaskannya

Hal yang lucu,

Ketika kita mencari dunia, dunia malah lari

Ketika kita tidak mengharapkan dunia, dunia malah menghampirinya

Merugilah orang yang mengejar dunia dan melupakan akhiratnya

Bayangkan satu hari siksa neraka adalah sama dengan 50.000 tahun didunia

Ibnu Taimiyyah berkata :

”Zuhud itu meninggalkan pekerjaan yang tidak bermanfaat bagi akhirat nanti.”

Dunia itu rendah

Akhirat itu tinggi

Dalam keadaan luas maupun sempit,

Carilah kampung akhiratmu dan jangan lupakan duniamu

Dunia adalah penjara bagi kaum mukminin

Karena tidak mendapati seperti apa yang dijanjikan diakhirat nanti

Dunia adalah surga bagi kaum kafir

Karena belum merasakan siksa di akhirat nanti

Rosululloh tidak pernah mengkhawatirkan kemiskinan umat

Tapi dunialah,

Dunia yang dibentangkan

Sehingga orang berlomba-lomba mengejarnya

Sampai membinasakan diri mereka sendiri

Sebagaimana orang-orang sebelum mereka

Cinta dunia dan takut mati

Adalah rasa lemah yang dilimpahkan kepada kaum muslimin

Ketika yahudi dan nashara dicabut rasa takut dari dada mereka

Ibadahlah seolah-olah melihat Alloh

Jika kamu tidak bisa melihat-Nya

Sesungguhnya Dia melihatmu


-diambil dari kajian/dauroh yang disampaikan oleh Ust. Abdul Mu’thi al Maidani di masjid Nurul Huda UNS-
-pada tanggal 14 Februari 2009-