Jadikan Dunia di Tanganmu dan Akhirat di Hatimu
Dunia hanyalah sementara, fanaa …
Nikmatnya hanya sebatas di lidah jika itu makanan
Segala nikmatnya hanya menghambatnya dari ilmu
Dan menjauhkan dari nikmatnya surga,
Jika dia terlena
Sungguh indah perkara mukmin
Jika ditimpa kebaikan, ia bersyukur
Yang demikian itu baik untuknya
Jika ditimpa keburukan, ia bersabar
Yang demikian itu juga baik untuknya
Tidak ada keluhan yang terbetik dalam hatinya,
Ucapannya dan tindakannya
Bahkan ia bersyukur,
Karena ia yakin bahwa ada kebaikan didalamnya
Hatinya akan lebih lunak
Pun merasa lebih dekat kepada Alloh
Bersabar itu memang pahit
Namun seberat apakah rasa pahit itu,
Jika dibandingkan dengan sembuhnya sakitnya
Sebesar apapun nikmat yang didapatnya
Tidak sedikitpun melalaikannya dari Alloh
Jika ia orang yang selalu bersyukur dan memikirkan kematiannya
Tidak usah dunia itu dikejar
Dia akan datang sendiri
Kalau dikejar juga, dia akan lari
Karena kenikmatannya tidak pernah memuaskannya
Jika engkau tidak merasa cukup dengan nikmat yang banyak
Lalu bagaimanakah cukup dengan nikmat yang sedikit
Alloh menjadikan kekayaan didalam hatinya
Jika Alloh memberikan kebahagiaan dalam hatinya
Tidak ada kemiskinan yang dapat menyengsarakannya
Karena harta yang sedikit saja sudah cukup memuaskan dirinya
Jika Alloh mencabut kekayaan dalam hatinya
Tidak ada kenikmatan dunia yang dapat memuaskannya
Hal yang lucu,
Ketika kita mencari dunia, dunia malah lari
Ketika kita tidak mengharapkan dunia, dunia malah menghampirinya
Merugilah orang yang mengejar dunia dan melupakan akhiratnya
Bayangkan satu hari siksa neraka adalah sama dengan 50.000 tahun didunia
Ibnu Taimiyyah berkata :
”Zuhud itu meninggalkan pekerjaan yang tidak bermanfaat bagi akhirat nanti.”
Dunia itu rendah
Akhirat itu tinggi
Dalam keadaan luas maupun sempit,
Carilah kampung akhiratmu dan jangan lupakan duniamu
Dunia adalah penjara bagi kaum mukminin
Karena tidak mendapati seperti apa yang dijanjikan diakhirat nanti
Dunia adalah surga bagi kaum kafir
Karena belum merasakan siksa di akhirat nanti
Rosululloh tidak pernah mengkhawatirkan kemiskinan umat
Tapi dunialah,
Dunia yang dibentangkan
Sehingga orang berlomba-lomba mengejarnya
Sampai membinasakan diri mereka sendiri
Sebagaimana orang-orang sebelum mereka
Cinta dunia dan takut mati
Adalah rasa lemah yang dilimpahkan kepada kaum muslimin
Ketika yahudi dan nashara dicabut rasa takut dari dada mereka
Ibadahlah seolah-olah melihat Alloh
Jika kamu tidak bisa melihat-Nya
Sesungguhnya Dia melihatmu
-pada tanggal 14 Februari 2009-
